5 Kelebihan Abu Bakar As-Siddiq

kelebihan abu bakar

Apakah antara kelebihan Abu Bakar As-Siddiq sehingga Rasulullah SAW sangat mencintai beliau?

Abu Bakar al-Shiddiq merupakan sahabat yang senantiasa menemani dakwah Rasulullah SAW., baik dalam suka ataupun duka. Ia rela berkorban dengan harta dan jiwa yang ia miliki untuk mendukung dan menyebarkan risalah dakwah. Pengorbanan yang ia berikan tidak akan akan bisa dilupakan sejarah.

Di antara kelebihan Abu Bakar al-Shiddiq ialah:

1. Abu Bakar al-Siddiq diabadikan dalam al-Qur’an

Pengorbanan Abu Bakar al-Siddiq dalam menyokong dakwah Rasulullah SAW mendapat penghargaan yang besar dan mulia dari Allah SWT.

Sehingga dengan demikian, penghormatan Allah SWT terhadapnya diukirkan dalam beberapa ayat dalam al-Qur’an, di antaranya:

إِلَّا تَنْصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللَّهُ إِذْ أَخْرَجَهُ الَّذِينَ كَفَرُوا ثَانِيَ اثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِي الْغَارِ إِذْ
( يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا (التوبة: 40

Artinya: “Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) Maka Sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang Dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu Dia berkata kepada temannya: “Janganlah kamu berduka cita, Sesungguhnya Allah beserta kita. (QS. Al-Taubah: 40)

Telah menjadi konsensus di kalangan ulama dan juga pakar tafsir bahwa yang dimaksud dengan “temannya” dalam ayat di atas adalah Abu Bakar al-Shiddiq. Sebab tidak mungkin ada seorangpun yang ada bersama Rasulullah SAW ketika bersembunyi di gua Tsur dalam perjalanan hijrah dari Makkah ke Madinah untuk berlindung dari kejaran orang-orang Quraisy melainkan Abu bakar al- Shiddiq.

2. Abu Bakar al-Shiddiq adalah orang yang pertama masuk surga

Abu Bakar al-Shiddiq merupakan manusia pertama yang masuk surga dari umat Rasulullah SAW.

Hal ini diterangkan dalam sebuah hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Daud sebagai berikut:

أَتَانِى جِبْرِيلُ فَأَخَذَ » – عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَدِدْتُ أَنِّى .« بِيَدِى فَأَرَانِى بَابَ الْجَنَّةِ الَّذِى تَدْ خلُ مِنْهُ أُمَّتِى أَمَا إِنَّكَ يَا أَبَا بَكْرٍ » – كُنْتُ مَعَكَ حَتَّى أَنْظُرَ إِلَيْهِ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم رواه أبو داود) 15 ) .« أَوَّلُ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مِنْ أُمَّتِى

Artinya: “Dari Abu Hurairah Ra. Ia berkata bahwa Rasulullah SAW. bersabda, “Jibril mendatangiku dan mengajakku untuk melihat pintu surga yang akan dimasuki oleh umatku nanti. Abu Bakar berkata, “Wahai Rasulullah sesungguhnya aku berharap ketika ia datang aku bersamamu sehingga akupun bisa melihat pintu surga.” Rasulullah SAW berkata, “Sesungguhnya engkau Abu Bakar adalah orang yang pertama kali masuk surga dari umatku.” (HR. Abu Daud)

3. Abu Bakar al-Shiddiq adalah orang yang senantiasa bersegera untuk kebaikan

Abu Bakar al-Shiddiq merupakan sahabat Rasulullah SAW yang senantiasa bersegera untuk melakukan kebaikan. Bahkan ketika para sahabat yang lain tidak melakukannnya sedangkan ia telah melakukannya. Hal ini terbukti ketika Rasulullah SAW mengajukan beberapa pertanyaan kepada beberapa orang sahabatnya dan yang menjawab selalu Abu Bakar al-Shiddiq.

Dalam sebuah riwayat disebutkan:

مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمُ الْيَوْمَ صَائِمًا » – عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم قَالَ أَبُو بَكْرٍ رضى .« فَمَنْ تَبِعَ مِنْكُمُ الْيَوْمَ جَنَازَةً » قَالَ أَبُو بَكْرٍ رضى الله عنه أَنَا. قَالَ .« » قَالَ أَبُو بَكْرٍ رضى الله عنه أَنَا. قَالَ .« فَمَنْ أَطْعَمَ مِنْكُمُ الْيَوْمَ مِسْكِينًا » الله عنه أَنَا. قَالَ قَالَ أَبُو بَكْرٍ رضى الله عنه أَنَا. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله .« فَمَنْ عَادَ مِنْكُمُ الْيَوْمَ مَرِيضًا رواه مسلم) 16 ).« مَا اجْتَمَعْنَ فِى امْرِئٍ إِلاَّ دَخَلَ الْجَنَّةَ » – عليه وسلم

Artinya: “Dari Abu Hurairah Ra. Ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Siapakah di antara kalian yang pagi ini berpuasa?” Abu Bakar berkata, “Saya.”

Rasulullah kemudian berkata, “Siapakah di antara kalian pada hari ini mengiringi jenazah?” Abu Bakar kembali menjawab, “Saya.”

Rasulullah SAW kemudian kembali bertanya, “Siapakah di antara kalian yang hari ini memberi makan orang miskin?” Abu Bakar kembali menjawb, “Saya.”

Rasulullah pun juga kembali bertanya, “Siapakah di antara kalian yang hari ini menjenguk orang sakit?”Abu Bakar menjawab, “Saya.”

Rasulullah SAW kemudian bersabda, “Tidaklah terkumpul perbuatan ini pada seseorang melainkan ia akan masuk surga.”

(HR Muslim)

4. Abu Bakar al-Shiddiq adalah sahabat yang paling dicintai oleh Rasulullah SAW

Abu Bakar al-Shiddiq merupakan sahabat yang sangat dicintai oleh Rasulullah SAW. Hal ini tampak dalam sebuah pertanyaan yang dilontarkan oleh salah seorang sahabat kepadanya. Dalam sebuah riwayat diceritakan,

مِنَ .« عَائِشَةُ » عَنْ أَنَسٍ قَالَ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أ ىُّ النَّاسِ أَحَبُّ إِلَيْكَ قَالَ
رواه إبن ماجة) 17 ) .« أَبُوهَا » الرِّجَالِ قَالَ

Artinya: “Dari Anas Ra. Ia berkata bahwa ada yang bertanya kepada Rasululah SAW, “Wahai Rasulullah siapakah yang paling engkau cintai dari manusia?” Rasulullah SAW berkata, “Aisyah.” Mereka berkata, “Maksud kami dari kalangan laki-laki?” Rasulullah menjawab, “Bapaknya (Abu Bakar al-Shiddiq).” (HR. Ibnu Majah)

5. Abu Bakar al-Shiddiq adalah sahabat yang sangat tawadhu'

Meskipun sebagai seorang sahabat yang berpunya dari segi harta, Abu Bakar al-Shiddiq tidak membiasakan dirinya hidup dalam kemewahan dan kesombongan. Akan tetapi sebaliknya, ia lebih suka hidup dalam penuh ketawadhu`an dan kesederhanaan.

Hal ini terlihat dalam sebuah riwayat,

» – عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ – رضى الله عنهما – قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ إِنَّ أَحَدَ شِقَّىْ ثَوْبِى .« مَنْ جَرَّ ثَوْبَهُ خُيَلاَءَ لَمْ يَنْظُرِ اللَّ هُ إِلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّكَ لَسْتَ » – يَسْتَرْخِى إِلاَّ أَنْ أَتَعَاهَدَ ذَلِكَ مِنْهُ . فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم رواه البخاري) 20 ) « تَصْنَعُ ذَلِكَ خُيَلاَءَ

Artinya: “Dari Abdullah bin Umar Ra. Ia berkata bahwa Rasulullah SAW. bersabda , “Siapa yang memanjangkan pakainnya untuk bermewahmewahan maka Allah tidak akan memandangnya pada hari kiamat. Abu Bakar kemudian berkata, “Sesungguhnya pakaian saya kepanjangan kecuali saya memotongnya.” Rasulullah SAW kemudian menjawab, “(Wahai Abu Bakar) kamu berbuat demikian bukanlah untuk bermewah mewahan.” (HR. Al-Bukhari)

Wallahua’lam

Sumber – Nota PDF

1 Comment
Oldest
Newest
Inline Feedbacks
Lihat Komen Sebelum Ini