Kisah Qarun Yang Sombong, Pada Zaman Nabi Musa

qarun

Qarun ialah seorang lelaki yang hidup pada zaman Nabi Musa. Dia merupakan sepupu Nabi Musa dan berasal dari Bani Israel. Qarun sangat kaya sehingga berasa sombong, lalu Allah SWT, membenamkan dia dan hartanya ke dalam tanah. Jom ambil pengajaran daripada kisah Qarun.

Biodata Qarun

Sesungguhnya Qarun adalah ia dari kaum Nabi Musa, kemudian ia berlaku sombong dan zalim terhadap mereka; (al-Qasas: 76)

Ibnu Abbas berkata “Qarun adalah saudara sepupu Musa”. Majoriti ahli ilmu, juga mengatakan bahawa Qarun ialah sepupu Nabi Musa.

Kekayaan Qarun

Qarun merupakan seorang yang kaya raya, seperti firman Allah SWT,

Kami telah mengurniakannya dari berbagai jenis kekayaan yang anak-anak kuncinya menjadi beban yang sungguh berat untuk dipikul oleh sebilangan orang yang kuat sasa.(al-Qasas: 76)

Allah berfirman, “Maka keluarlah dia (Qarun) kepada kaumnya dengan kemegahannya,” banyak mufassir menyebutkan, Qarun keluar dengan kemegahannya, mulai dari pakaian, kendaraan, pelayan, dan tentera. Saat orang-orang mengagungkan perhiasan dunia, mereka berharap andai saja menjadi seperti Qarun, mereka ingin memiliki kekayaan yang dimiliki Qarun.

Qarun Berasa Sombong

Melihat Qarun yang suka menunujuk harta itu,

Kaumnya berkata kepadanya: “Janganlah engkau bermegah-megah (dengan kekayaanmu), sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang bermegah-megah. (seperti lagakmu itu).

Dan berkata pula orang-orang yang diberi ilmu (di antara mereka): “Janganlah kamu berkata demikian, pahala dari Allah lebih baik bagi orang yang beriman dan beramal soleh; dan tidak akan dapat menerima (pahala yang demikian) itu melainkan orang-orang yang sabar”.

Qarun menjawab (dengan sombongnya): “Aku diberikan harta kekayaan ini hanyalah disebabkan pengetahuan dan kepandaian yang ada padaku”.

Allah SWT berfirman seraya membantah kata-kata Qarun ini, “Tidakkah dia tahu, bahwa Allah telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan orang-orang yang berdosa itu tidak perlu ditanya tentang dosa- dosa mereka,” yaitu Kami telah membinasakan umat-umat terdahulu karena dosa dan kesalahan-kesalahan mereka, yang mana mereka jauh lebih kuat dari Qarun, lebih banyak memiliki harta dan anak.

Harta yang dimiliki Qarun bukan sebagai bukti Kami mencintai dan memerhatikan dia, seperti yang Allah sampaikan,

“Dan bukanlah harta benda kamu dan tidak juga anak pinak kamu yang mendampingkan kamu di sisi Kami walau sedikitpun, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal soleh, maka mereka itu akan beroleh balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang mereka telah kerjakan; dan mereka pula ditempatkan dalam mahligai-mahligai (di Syurga) dengan aman sentosa. (Saba: 37)

Qarun Dibenam Ke Tanah Bersama Hartanya

فَخَسَفْنَا بِهِۦ وَبِدَارِهِ ٱلْأَرْضَ فَمَا كَانَ لَهُۥ مِن فِئَةٍۢ يَنصُرُونَهُۥ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَمَا كَانَ مِنَ ٱلْمُنتَصِرِينَ

Lalu Kami timbuskan dia bersama-sama dengan rumahnya di dalam tanah, maka tidaklah ia mendapat sebarang golongan yang boleh menolongnya dari azab Allah” dan ia pula tidak dapat menolong dirinya sendiri.(al-Qasas: 81)

Nabi Musa mendoakan Qarun Binasa

Ini merupakan salah satu kisah yang berada di kitab Qasas ul Anbiya Ibn Kathir,

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas dan As-Suddi, bahwa Qarun memberikan sejumlah harta kepada seorang pelacur, dengan syarat harus mengatakan kepada Nabi Musa di hadapan khalayak, “Kau telah memperlakukanku ini dan itu.’ Menurut salah satu sumber, wanita tersebut mengatakan hal itu kepada Musa di hadapan banyak orang. Musa kemudian gemetar karena takut, ia kemudian shalat dua rakaat, setelah itu menghadap ke arah wanita pelacur tersebut, memintanya bersumpah atas kata-kata yang ia ucapkan, dan kenapa ia mengatakan seperti itu.

Pelacur tersebut mengaku bahwa Qarunlah yang menyuruhnya mengatakan seperti itu. Pelacur itu kemudian meminta ampun dan bertobat kepada Allah. Musa langsung bersujud untuk Allah dan mendoakan keburukan pada Qarun. Allah kemudian mewahyukan kepadanya, ‘Sungguh, Aku telah memerintahkan bumi agar menuruti kata-katamu terkait dia (Qarun).’ Musa kemudian memerintahkan bumi agar menelan Qarun dan rumahnya. Akhirnya terjadilah seperti itu’.”

Wallahua’lam

Similar Posts

0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat Komen Sebelum Ini