Siapakah Keluarga Imran?

keluarga imran

Keluarga Imran ataupun digelar Ali Imran merupakan sebuah keluarga yang terdiri daripada orang-orang soleh yang diangkat darjatnya oleh Allah SWT.

Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ اللّهَ اصْطَفَى آدَمَ وَنُوحًا وَآلَ إِبْرَاهِيمَ وَآلَ عِمْرَانَ عَلَى الْعَالَمِينَ ذُرِّيَّةً بَعْضُهَا مِن بَعْضٍ وَاللّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga ‘Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing), (sebagai) satu keturunan yang sebagiannya (turunan) dari yang lain. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” [Quran Ali Imran: 33-34]

Siapa Imran?

Imran ialah seorang hamba Allah yang soleh. Secara umum ada dua pendapat dikalangan para Ahli Tafsir. Pendapat pertama mengatakan bahwa yang dimaksud dengan Ali-‘Imran adalah keluarganya Nabi Musa ‘Alaihissalam, karena Nabi Musa sendiri bernama Musa bin ‘Imran.

Sementara pendapat yang lain mengatakan bahwasanya yang dimaksud dengan ‘Ali-‘Imran adalah bapa kepada Maryam yang merupakan atuk dari Nabi Isa ‘alaihissalam.

Pendapat yang lebih kuat ialah Imran merupakan ayah kepada Maryam a.s, kerana setelah menyebut tentang ayat di atas, Allah SWT, menceritakan tentang Isteri Imran, Maryam a.s, Nabi Zakaria dan Yahya, dan Nabi Isa a.s.

Anggota Keluarga Imran

Isteri

Istri Imran bernama Hannah binti Faquda. Ada juga yang menyebut Qa’uda bin Qubaila. Hannah adalah seorang wanita yang tekun beribadah. Sebagaimana kisahnya dalam Alquran.

إِذْ قَالَتِ امْرَأَتُ عِمْرَانَ رَبِّ إِنِّي نَذَرْتُ لَكَ مَا فِي بَطْنِي مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلْ مِنِّي إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

(Ingatlah), ketika isteri ‘Imran berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. [Quran Ali Imran: 35]

Anak

Maryam a.s ialah wanita yang solehah, dan mulia.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

كَمَلَ مِنَ الرِّجالِ كَثِيرٌ، ولَمْ يَكْمُلْ مِنَ النِّساءِ إلَّا مَرْيَمُ بنْتُ عِمْرانَ، وآسِيَةُ امْرَأَةُ فِرْعَوْنَ، وفَضْلُ عائِشَةَ علَى النِّساءِ كَفَضْلِ الثَّرِيدِ علَى سائِرِ الطَّعامِ

”Lelaki yang sempurna jumlahnya banyak. Dan tidak ada wanita yang sempurna selain ‎Maryam bintu Imran dan Asiyah istri Firaun. Dan keutamaan Aisyah dibandingkan ‎wanita lainnya, sebagaimana keutamaan ats-Tsarid dibandingkan makanan lainnya.” ‎‎(HR. Bukhari 5418 dan Muslim 2431).

Cucu

Nabi Isa dilahirkan oleh Maryam a.s tanpa bapa.

“Sesungguhnya Al Masih Isa ibni Maryam itu hanya seorang pesuruh Allah dan Kalimah Allah yang telah disampaikanNya kepada Maryam, dan (ia juga tiupan) roh daripadaNya.[Quran An-Nisa: 171]

Nabi Yahya merupakan zuriat kurniaan Allah SWT kepada Nabi Zakaria ketika dia seolah-olah tiada harapan untuk mendapatkan anak kerana umurnya yang sudah tua dan mempunyai seorang isteri yang mandul.

يَٰزَكَرِيَّآ إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَٰمٍ ٱسْمُهُۥ يَحْيَىٰ لَمْ نَجْعَل لَّهُۥ مِن قَبْلُ سَمِيًّا

“Hai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia.” [Quran Maryam: 7]

Dalam al-Quran terdapat sebuah surah yang bernama Ali ‘Imran.

Wallahua’lam

Similar Posts

0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat Komen Sebelum Ini