Iblis Menghasut Adam Makan Buah Terlarang

Izuan
adam makan buah

Jom baca tentang kisah Nabi Adam makan buah terlarang sehingga menyebabkan baginda diturunkan ke bumi sebagai balasan. Terdapat pelbagai hikmah yang kita boleh pelajari daripada kisah ini.

Pengenalan

Nabi Adam merupakan manusia pertama yang dicipta Allah SWT. Seperti diketahui ramai, Adam a.s dicipta daripada tanah, manakala iblis dicipta daripada api.

Firman Allah Ta’ala

(Ingatkanlah peristiwa) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: ” Sesungguhnya Aku hendak menciptakan manusia – Adam dari tanah;

“Kemudian apabila Aku sempurnakan kejadiannya, serta Aku tiupkan padanya roh dari (ciptaan) Ku, maka hendaklah kamu sujud kepadanya “.

(Setelah selesai kejadian Adam) maka sujudlah sekalian malaikat, semuanya sekali,

Melainkan Iblis; ia berlaku sombong takbur (mengingkarinya) serta menjadilah ia dari golongan yang kafir.

Allah berfirman: ” Hai lblis! Apa yang menghalangmu daripada turut sujud kepada (Adam) yang Aku telah ciptakan dengan kekuasaanKu? Adakah engkau berlaku sombong takbur, ataupun engkau dari golongan yang tertinggi?

“Iblis menjawab: ” Aku lebih baik daripadanya; Engkau (wahai Tuhanku) ciptakan daku dari api, sedang dia Engkau ciptakan dari tanah”.

(Surah Sad: 71-76)

Iblis Diusir Dari Syurga

Melihat kesombongan iblis,

Allah berfirman: “Kalau demikian, keluarlah engkau daripadanya, kerana sesungguhnya engkau adalah makhluk yang diusir. “Dan sesungguhnya engkau ditimpa laknatku terus menerus hingga ke hari kiamat!” (Surah Sad: 77-78)

Iblis berasa tidak puas hati dan memohon agar dia diberikan peluang untuk menyesatkan anak Adam.

Iblis berkata: ” Demi kekuasaanmu (wahai Tuhanku), aku akan menyesatkan mereka semuanya,” Kecuali hamba-hambaMu di antara zuriat-zuriat Adam itu yang ikhlas jujur(ٱلْمُخْلَصِينَ).

Bisikan Iblis kepada Nabi Adam Makan Buah Terlarang

Firman Allah, “Lalu setan memperdayakan keduanya dari surga sehingga keduanya dikeluarkan dari (segala kenikmatan) ketika keduanya di sana (surga),”yaitu dikeluarkan dari kenikmatan, kesenangan dan kebahagiaan, menuju negeri penuh dengan keletihan dan kesedihan karena bisikan jahat dan tipuan setan di dalam hati Adam dan Hawa, seperti yang Allah sampaikan dalam ayat lain, “Kemudian setan membisikkan pikiran jahat kepada mereka agar menampakkan aurat mereka (yang selama ini) tertutup. Dan (setan) berkata, Rabbmu hanya melarang kamu berdua mendekati pohon ini, agar kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga)’.” (Al-A’râf: 20)

Syaitan berkata, “Kalian berdua dilarang memakan buah ini tidak lain agar kalian berdua tidak menjadi malaikat atau kekal selamanya di surga. Artinya, jika kalian berdua memakan buah itu, kalian berdua menjadi malaikat atau kekal selamanya di surga. “Dan dia (setan) bersumpah kepada keduanya, ‘Sesungguhnya, aku ini benar-benar termasuk para penasihatmu.” (Al-A’râf: 21)

Seperti yang Allah sampaikan dalam ayat lain, “Kemudian setan membisikkan (pikiran jahat) kepadanya, dengan berkata, Wahai Adam! Maukah aku tunjukkan kepadamu pohon keabadian (khuldi) dan kerajaan yang tidak akan binasa?” (Thâhâ: 120)

Adam dan Hawa Terpedaya

Kemudian mereka berdua memakan dari pohon itu, lalu terdedahlah kepada mereka aurat masing-masing, dan mereka mulailah menutupnya dengan daun-daun dari Syurga; dan dengan itu derhakalah Adam kepada Tuhannya, lalu tersalah jalan (dari mencapai hajatnya). (Thâhâ: 121)

Namun Allah SWT Maha Menerima Taubat hambanya.

Nabi Adam terus berdoa,

doa nabi adam

Kata-kata ini diucapkan Adam sebagai pengakuan, taubat, merendahkan diri, tunduk dan permohonan kepada Allah di saat yang amat diperlukan. Siapa pun di antara keturunan Adam yang menempuh jalan yang sama ketika melakukan kesalahan dan dosa, pasti akan berakibat buruk, baik di dunia maupun akhirat.”

(Allah) berfirman, ‘Turunlah kamu! Kamu akan saling bermusuhan satu sama lain. Bumi adalah tempat kediaman dan kesenanganmu sampai waktu yang telah ditentukan’.” (Al-A’râf: 24).

Maka turunlah nabi Adam dan Hawa ke bumi, beranak pinak, dan keturunnannya berterusan hingga ke hari kiamat.

Wallahua’lam

Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest
Inline Feedbacks
Lihat Komen Sebelum Ini