Doa Nabi Ayub Agar Sembuh Sakit

doa nabi ayub

Doa Nabi Ayub AS ini boleh diamalkan jika kita berada dalam keadaan sakit.

Nabi Ayub AS ialah salah satu utusan Allah SWT. Beliau dikenali mempunyai kesabaran yang tinggi, contohnya ketika beliau menghadapi penyakit teruk yang bertahun lamanya.

Mengikut Tafsir Ibnu Katsir, Nabi Ayub menderita penyakit yang teruk sehinggakan orang-orang menjauhinya. Tetapi isterinya tetap setia di sisi menjaga dan merawatnya.

Selama menderita penyakit teruk itu, Nabi Ayub tidak pernah berhenti berdoa kepada Allah SWT.

Doa Nabi Ayub AS

image 15
(QS. Al Anbiya: 83).

Artinya: “Dan (ingatlah kisah) Ayyub, ketika ia menyeru Tuhannya: “(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.”

Sebelum diuji dengan penyakit itu, Nabi Ayub adalah seorang yang kaya-raya, mempunyai tanah yang banyak dan binatang ternak yang banyak.

Tetapi semua itu hilang dengan sekelip mata setelah diuji dengan penyakit yang aneh semacam kusta. Penyakit ini mengeluarkan bau busuk dan termasuk penyakit yang menular, hingga semua orang menjauhinya.

Nabi Ayub tidak pernah bersangka buruk pada Allah, malahan terus berdoa dengan penuh pengharapan dan kesabaran. Sampai suatu masa penyakit itu diangkat oleh Allah dan segala kekayaan yang hilang sebelum ini dikembalikan berlipat kali ganda.

فَاسْتَجَبْنَا لَهُ فَكَشَفْنَا مَا بِهِ مِنْ ضُرٍّ ۖ وَآتَيْنَاهُ أَهْلَهُ وَمِثْلَهُمْ مَعَهُمْ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَذِكْرَىٰ لِلْعَابِدِينَ

Artinya: “Maka Kami kabulkan (doa) nya, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan (Kami lipat gandakan jumlah mereka) sebagai suatu rahmat dari Kami, dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Kami.” (QS. Al Anbiya: 84).

Kesimpulannya, ketika ditimpa kesulitan yang seolah-olah tiada solusinya, memintalah kepada Allah dengan penuh pengharapan dan lalui ujian dengan penuh kesabaran, sesungguhnya Allah menguji hambanya yang beriman agar ditingkatkan darjatnya.

Wallahua’lam

sumber – oase, detik

0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat Komen Sebelum Ini